- Loading...
Serba-Serbi Melbourne (bagian1)
Beberapa hari lalu saya makan sama beberapa teman yang juga pada saat yang sama merupakan client, namanya vio dan mona di china town.
Pembicaraan saat itu adalah soal restaurant yang namanya “sudi mampir” yang terletak di suburb yang namanya glenthuntly, sekitar 15-17 km dari city (pusat kota).
Vio kebetulan pernah kerja disana dalam waktu yang cukup lama. Yang kita bicarakan saat itu adalah kenapa restaurant sudi mampir yang belum lama buka (kurang dari 2 thn) bisa tutup dan kalah bersaing dengan restaurant satunya lagi yang namanya INDOSARI.
Fyi, didaerah glenthuntly hanya ada 2 restaurant indonesia, yaitu indosari dan sudimampir.
Menurut vio, dia juga heran dan tidak habis pikir kenapa restaurant sudimampir bisa kalah bersaing, karena menurut dia, tante yang jalanin sudi mampir (kita panggil ‘tante sudi mampir’) cukup baik, cukup ramah dan makanannya cukup enak serta dengan harga jual yang cukup bersaing. Saya hanya menjawab; Menurut saya, kekuatan restaurant indosari bukan karena dia sudah berdiri lebih awal, tetapi karena tante rita (pemilik indosari) adalah pribadi yang luarbiasa.
Dan karena kepribadiannya yang luarbiasa, reputasinya terbangun dengan kokoh.
Hampir semua orang termasuk client/pelanggannya pernah merasakan kebaikan budi baiknya, termasuk anak anak yang kehabisan uang bulanan dan mendapat makanan gratis sesudah indosari tutup. Pernah ada kejadian istimewa, salah satu pelanggan barunya indosari yang juga seorang student cerita kalau papanya yang sedang berkunjung kemelbourne ternyata kena stroke dan dirawat dirumah sakit di melbourne.
Setelah menanyakan nama papanya dan nama rumah sakitnya serta di ruang mana dirawatnya, mulai besoknya, setiap hari tante indosari kerumah sakit itu dan bawain makanan tanpa diminta dan tanpa mau dibayar. Itupun diantar sendiri oleh beliau, yang waktunya sangat sibuk dan berharga. Ini cuma sepotong cerita saja, masih banyak potongan cerita lainnya tentang bagaimana bisnis indosari dijalankan, yaitu dengan cara memberkati para pelanggannya di area yang berbeda-beda, menanamkan budi baik di hampir ke semua orang yang mengenalnya serta menawarkan ketulusan hubungan yang lebih dari sekedar antara pelanggan dan pemilik usaha.
Saya sendiri sepakat bahwa kualitas hubungan yang luarbiasa dan keunggulan karakter pelaksana bisnis, seringkali menjadi penentu dalam banyak hubungan bisnis yang berkualitas dan berjangka panjang. Semoga hal hal baik menyertai kita semua yang haus dan lapar akan pengajaran pengajaran yang sifatnya menumbuhkan dan membangun.
Keep winning......
![]() |
| Oleh ; (wishnu iriyanto) Majalah JAKARTA, Edisi 1 halaman 24 |
Pelajaran Bisnis dari Amsal Salomo (bagian1) Prinsip: Janganlah kiranya kasih dan setia menin
more